Rabu, 07 September 2011

Tips Photography Untuk Pemula


Dari tips-tips dibawah akan juga menyinggung beberapa hal lain, seperti rule of third, hyperfocal distance yang biasa di ajarkan di privat photography dan privat photography, dll yang hanya dijelaskan singkat krn bisa menjadi satu topik sendiri.

1. Maksimalkan depth of field (dof)
Sebuah pendekatan konsep normal dari sebuah landscape photography adalah “tajam dari ujung kaki sampai ke ujung horizon”. Konsep dasar teori privat photography dan privat photography “oldies” ini menyatakan bahwa sebuah foto landscape selayaknya sebanyak mungkin semua bagian dari foto adalah focus (tajam). Untuk mendapatkan ketajaman lebar atau dgn kata lain bidang depth of focus (dof) yang selebar2nya, bisa menggunakan apperture (bukaan diafragma) yang sekecil mungkin (f number besar), misalnya f14, f16, f18, f22, f32, dst.Tentu saja dgn semakin kecilnya apperture, berarti semakin lamanya exposure.

Karena keterbatasan lensa (yang tidak mampu mencapai f32 dan/atau f64) atau posisi spot di mana kita berdiri tidak mendukung, sebuah pendekatan lain bisa kita gunakan, yaitu teori hyper-focal, untuk mendapatkan bidang fokus yang “optimal” sesuai dgn scene yang kita hadapi. Inti dari jarak hyper-focal adalah meletakan titik focus pada posisi yang tepat untuk mendapatkan bidang focus yg seluas-luasnya yg dimungkinkan sehingga akan tajam dari fg hingga ke bg.Dengan dof lebar, akibat penggunaan f/20 dan pengaplikasian hyper-focal distance untuk menentukan focus

2. Gunakan tripod dan cable release
Dari #1 diatas, akibat dari semakin lebarnya dof yang berakibat semakin lamanya exposure, dibutuhkan tripod untuk long exposure untuk menjamin agar foto yang dihasilkan tajam. Cable release juga akan sangat membantu. Jika kamera memiliki fasilitas untuk mirror-lock up, maka fasilitas itu bisa juga digunakan untuk menghindari micro-shake akibat dari hentakkan mirror saat awal.

3. Carilah focal point atau titik focus
Titik focus disini bukanlah titik dimana focus dari kamera diletakkan, tapi lebih merupakan titik dimana mata akan pertama kali tertuju (eye-contact) saat melihat foto, untuk lebih mendasarnya ada baiknya anda mengikuti privat fotografi, kursus foto dan privat foto.

Hampir semua foto yang “baik” mempunyai focal point, atau titik focus atau lebih sering secara salah kaprah disebut poi (point of interest). Sebetulnya justru sebuah landscape photography membutuhkan sebuah focal point untuk menarik mata berhenti sesaat sebelum mata mulai mengexplore detail keseluruhan foto. Focal point tidak mesti harus menjadi poi dari sebuah foto.Sebuah foto yang tanpa focal point, akan membuat mata “wandering” tanpa sempat berhenti, yang mengakibatkan kehilangan ketertarikan pada sebah foto landscape(coba anda ikutilah kelas photography course dan kursus privat fotografi). Sering foto seperti itu disebut datar (bland) saja.Focal point bisa berupa berupa bangunan (yg kecil atau unik diantara dataran kosong), pohon (yg berdiri sendiri, ikutilah kelas photography course dan kursus privat fotografi), batu (atau sekumpulan batu), orang atau binatang, atau siluet bentuk yg kontrast dgn bg, dst.

Peletakan dimana focal point juga kadang sangat berpengaruh, disini aturan “oldies” rule of third bermain 

Selasa, 06 September 2011

anggrek

sekuntum bunga anggrek yg indah ini,, dengan balutan bokeh,, namun sayang agak miss focus hehehehe

Kesendirian

Konsep Hitam putih membawa sebuah pohon kelapa ini semakin tragis. tak ada yang menemani,,

Kardus Pengganti Sokasi

Salah satu sudut membidik sanggah yang didalamnya terlihat kardus, padahal seharusnya yang berada disana adalah sokasi, berharap budaya tak akan pernah tergantikan, namun masih saja ada hal-hal yang seperti itu terlihat dan tertangkap mata kamera saya. hehehehe,,,

Penimpug



Penimpug/keplugan merupakan salah satu sarana upaca dalam melakukan upacara dewa yadnya yang selalu memiliki kaitan dengan bhuta yadnya. Alat ini terbuat dari beberapa potongan bambu mentah yang dibakar. Tujuannya adalah untuk membersihkan rumah supaya tidak ada kendala dalam rumah tangga. Diibaratkan bambu tersebut merupakan sebuah rumah, namun didalam bambu tersebut tidak ada jalan keluarnya angin, sehingga saat dipanaskan bambu tersebut akan meledak dan pecah. Begitu juga dalam rumah tangga, sepaya udara (rejeki, nasib, dan keharmonisan) bisa berjalan dengan lancar sehingga pada saat dilakukan upacara yadnya di rumah menggunakan keblugan sebagai simbolis.

Seorang Pedanda Istri

Seorang Pedanda (pedanda Istri) sedang muput atau menyelesaikan sebuah upacara. seorang pedanda biasanya berasal dari kasta Brahmana, adapun sulinggih dari kasta ksatria disebut dengan Bujangga, Sulinggih yang berasal dari kasta sudra disebut dengan Sri Mpu. semua memiliki ilmu atau mempelajari tentang agama yang sama yakni agama Hindu. Seorang sulinggih menghantarkan bhakti pada segala jenis yadnya baik itu Dewa Yadnya, Manusa Yadnya, Bhuta yadnya, Pitra Yadnya. Seseorang yang sudah menjadi sulinggih adalah orang yang bisa melepaskan ikatan keduniawian, lalu di dwijati (dilahirkan kembali) yang disebut dengan istilah Mediksa untuk menyucikan tubuh beserta pikiran dari seorang welaka untuk menjadi sulinggih.

Maturan

Smile ekspresion about balinese woment. (candid)
foto candid adalan sebuah kategori photo yang menangkap ekspresi seseorang yg tidak sadar terhadap kamera sehingga dapat menciptakan sebuah ekspresi yang natural dan apa adanya.